Harga Emas Masih Berpeluang Naik

 

Ilustrasi emas.Ist

Medan | Jurnal Asia

Harga emas diprediksi masih terus berpeluang naik. Hal ini dikarenakan faktor-faktor eksternal seiring dengan ketidakpastian ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih memanas ditambah lagi demonstrasi yang terjadi di Hongkong

Pemilik toko emas Suranta di Medan, Edi Suranta mengatakan, kenaikan harga emas sudah terjadi sebelum Lebaran kemarin. Ia merinci, sebelum Lebaran harga emas dunia sekitar USD1.380 per troy ons dan sekarang dikisaran USD1.420 per troy ons.

“Ada kenaikan harga emas dunia sekitar 40 dolar AS per troy ons nya atau sekitar Rp30.000 per ons,” katanya.

Namun, lanjutnya, jika dibandingkan dengan empat hari yang lalu, harga emas mengalami penurunan sekitar Rp10.000 per ons. Sebelumnya, kenaikan harga emas tertinggi pernah mencapai Rp50.000 per ons atau sekian USD1.440 per troy ons.

Menurutnya, kenaikan harga emas dunia
bukan karena faktor dalam negeri (kurs rupiah). Namun dikarenakan masug memanasnya demonstrasi di Hongkong dan perang dagang AS dan Tiongkok terus berlangsung.

Ia memprediksi, kemungkinan harga emas dunia masih akan kembali naik karena masih belum redah kerusuhan di Hongkong dan perang dagang AS dan Tiongkok.

“Menurut pandangan pasar, kalau masih terjadi ribut-ribut di Hongkong bisa jadi harga emas naik lagi. Saat ini, emas dengan kadar 99,99 persen harganya Rp634.000 per gram,” pungkasnya.

Sementara, harga emas 22 karat atau emas Surabaya dengan kadar emas 70 persen Rp 380.000-Rp 480.000 per gram serta emas putih Rp460.000 per gram.

Sementara itu, pemilik Toko Emas M Nur di Pasar Tradisional Simpang Limun, Desy mengatakan, harga emas murni dijual di harga Rp620.000 per gram sedangkan untuk harga emas 22 kadar 70 persen di harga Rp 480.000 per gram dan harga belum termasuk upah.(nty)