Harga Bahan Pokok Stabil, Sumut Diprediksi Deflasi

 

Harga kebutuhan pokok di Sumut stabil.Netty

Medan | Jurnal Asia
Perkembangan harga menjelang akhir bulan masih terpantau stabil jika dibandingkan harga di awal bulan. Sejumlah harga kebutuhan pokok yang sempat meroket di bulan lalu, seperti cabai merah, pada saat ini harganya sudah mengalami pemulihan dan hal ini diprediksi akan menyebabkan deflasi.

Harga cabai merah misalnya, saat ini membaik dikisaran Rp40 ribuan per Kg, sebelumnya harga cabai sempat menyentuh 70 ribuan per Kg. Harga daging ayam saat ini dijual dikiaran Rp29 ribu per Kg, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan diharga Rp24 ribuan per kg.

Namun untuk harga telur ayam, justru mengalami penurunan. Harga Meskipun turun, namun saya melihat harga cabai yang saat ini dijual dikisaran 40 ribu masih terbilang mahal.

Ketua Tim Pemantau Harga di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, secara keseluruhan harga kebutuhan pokok masyarakat di bulan ini cenderung mengalami penurunan. Meskipun turun, namun ia melihat harga cabai yang saat ini dijual dikisaran Rp40 ribu masih terbilang mahal.

“Saya memperkirakan Sumut akan mengalami deflasi besar di bulan ini. Angkanya bisa mencapai 1 persen lebih,” katanya, Minggu (29/9).

Perkiraan tersebut, lanjutnya, dikarenakan ada penurunan yang signifikan dari komoditas cabai merah. Mengingat cabai ini menjadi penyumbang inflasi terbesar selama tahun berjalan. Ini menjadi salah satu pemicu besar dimana kemungkinan sumut masih berpeluang mencapai target inflasi seperti sasaran Bank Indonesia.

Menurutnya, meskipun hanya ada 2 bulan tersisa untuk merealisasikan inflasi. Akan tetapi potensi Sumut untuk merealisasikan inflasi di batas atas sangat berpeluang terjadi. Dengan catatan ada deflasi lanjutan di bulan Oktober dan November karena Desember Sumut justru berpeluang merealisasikan inflasi.

“Yang pelru diwaspadai adalah adanya kemungkinan penurunan lanjutan pada harga cabai merah. Penurunan harga memang akan mengurangi besaran angka inflasi selama tahun berjalan,” tukasnya.

Dari sisi lain, tambahnya, penurunan harga cabai tersebut justru menjadi kekhawatiran terkait dengan penurunan harga di tingkat petani. Itu bisa saja menjadi masalah serius bagi daya beli petani.(nty)