Engineer Grab Indonesia Berbagi Tips untuk SDM Startup

Muh Rahmatullah.Ist

Medan | Jurnal Asia
Grab Indonesia senantiasa serta membangun ekosistem startup berbasis teknologi di tanah air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjaring Sumber Daya Manusia (SDM) bertalenta di bidangnya.

Muh Rahmatullah merupakan salah satu yang bekerja sebagai Software Engineer Kudo di Grab R&D Center, perusahaan Decacorn satu-satunya di Asia Tenggara. Ia bangga karena Grab Indonesia baru-baru ini menjadi unicorn kelima di Indonesia dengan rencana membangun kantor pusat kedua di Jakarta.

“Saya sangat bangga dengan apa yang kita kembangkan di Research & Development Center Grab Indonesia. Kami bekerja dengan tim dari berbagai negara dan terus berbagi pengalaman untuk meningkatkan produk dan jasa,” katanya, Jumat (30/8).

Menurutnya, kultur kerja keras yang ada di perusahaan, mendorong SDM didalamnya untuk terus menciptakan inovasi dan teknologi terdepan. Sehingga fokus kepada semua pengguna dari konsumen sampai ke mitra pengemudi.

“Semua komponen ini merupakan bagian penting dari kehidupan para Grabbers (karyawan Grab). Oleh sebab itu, kami akan terus menciptakan teknologi bagi kebaikan kita semua,” lanjutnya.

Lulusan Universitas Hasanuddin ini memiliki sejumlah tips khusus bagi yang tertarik ingin bekerja di startup teknologi. Pertama, berpartisipasi di komunitas teknologi.

Salah satu aktivitas yang membantu Rahmatullah meniti karirnya sebagai seorang Mobile Software Engineer adalah berpartisipasi di komunitas programming Indonesia Android Kejar. Ia menjadi menjadi Lead dari Developer Student Clubs, program google bagi mahasiswa untuk memecahkan masalah sekitar melalui teknologi.

“Selain itu, ikuti juga berbagai workshop dan training untuk mahasiswa guna meningkatkan pengetahuan web development dan mobile,” tegasnya.

Kemudian, sambungnya, maksimalkan pengalaman dengan magang. Diceritakannya, ia mencari pengalaman dengan melamar jadi intern programmer di Kudo, salah satu anak perusahaan Grab.

Dia mencari pengalaman dengan melamar jadi intern programmer di Kudo, salah satu anak perusahaan Grab. Meski statusnya masih sebagai fresh graduate, Rahmatullah dipercayakan mendapat tugas untuk membantu meningkatkan fitur-fitur dan code-base aplikasi Kudo.

Tips selanjutnya, sambungan, terus belajar. Walau sudah menjadi Mobile Software Engineer di Grab, Rahmatullah terus memperdalam ilmunya, baik menggunakan fasilitas training internal, maupun yang ada di internet seperti Dicoding Academy di Indonesia atau Coursera yang berbasis di Amerika Serikat.

“Saya juga terus belajar data structures dan algorithm serta tools-tools baru yang dapat menunjang pekerjaan saya,” tandasnya.

Yang terakhir, berbagi pengalaman dan pengetahuan. Jika passionnya adalah programming, teruslah belajar dan jangan pernah berpikir tidak bisa, apalagi menyerah.

“Dan yang penting, bagikan pengalaman dan pengetahuan kepada yang lain,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil penelitian Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, Grab telah berkontribusi sebesar Rp48,9 triliun bagi perekonomian Indonesia.

Selain transportasi, bisnis layanan pesan-antar makanan GrabFood berkembang pesat di Indonesia. Beroperasi di 178 kota di Indonesia dengan volume pengiriman tumbuh hampir 10 kali lipat pada tahun 2018.(nty)