Ekspor Sumut Turun 4,46 Persen

Karet : Karet merupakan salah satu komoditas yang mengalami penurunan ekspor. Ist

Medan | Jurnal Asia
Sepanjang Januari-November 2018, kinerja ekspor wilayah Sumatera Utara (Sumut) mencapai USD8,12 miliar. Angka ekspor tersebut turun 4,46 persen dari tahun sebelumnya sekitar USD8,22 milar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi mengatakan, penurunan ekspor terjadi karena sejumlah negara tujuan mengurangi beberapa komoditas asal Sumut. Komoditas yang paling banyak berkurang yakni, komoditas karet dan barang dari karet dengan pengurangan nilai ekspor sekitar USD286,52 juta atau turun 20,63 persen.

Suhaimi merinci, selain karet, ekspor lemak dan minyak hewani atau nabati turun 7,48 persen dengan nilai USD254,63 juta. Disusul bahan kimia organik turun USD40,89 juta atau turun 9,63 persen, ikan dan udang turun USD 26,72 juta atau 9,90 persen dan tembakau USD25,68 juta atau 8,70 persen.

“Dari 10 golongan barang utama di Sumut, memang tidak semua mengalami penurunan ekspor. Seperti golongan kopi, teh dan rempah-rempah naik USD12,17 juta atau 2,96 persen,” katanya, Rabu (2/1).

Selama periode Januari-November 2018, lanjutnya, ekspor dari 10 golongan barang tersebut mampu memberikan kontribusi sebesar 88,36 persen terhadap total ekspor Sumut.

Sementara itu, ekspor di luar 10 golongan barang memberikan kontribusi sebesar 11,64 persen.

“Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang selama periode Januari-November 2018 turun 4,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017,” tandasnya. (net)