Ekspor Sumut Naik 2,95 Persen

Beri Keterangan : Kasi Staf Niaga dan Jasa BPS Sumut, Tomry Aritonga (kiri) beri keterangan terkait nilai ekspor Sumut.Netty

Medan | Jurnal Asia
Kinerja ekspor asal Sumatera Utara pada Januari 2019 mencapai USD682,28 juta. Nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan sebesar 2,95 persen dari Desember 2018 yang mencapai USD662,74 juta.

Kasi Staf Niaga dan Jasa BPS Sumut, Tomry Aritonga mengatakan, dari sisi sektor, sektor industri mengalami kenaikan USD26,73 juta atau naik 4,46 persen. Sektor ini berkontribusi 91,81 persen terhadap total ekspor.

Sedangkan sektor pertanian, lanjutnya, mengalami penurunan sebesar 11,44 persen atau USD7,22 juta. Sektor pertanian Sumut berkontribusi sekira 9,19 persen.

Jika dilihat dari 10 golongan barang utama Sumut, kata dia, produk kimia mengalami kenaikan ekspor 21,45 persen atau USD14,66 juta. Diikuti golongan karet dan barang dari karet naik 9,19 persen atau USD7,26 juta, lemak dan minyak/nabati naik 2,38 persen atau USD6,38 dan golongan lainnya naik kurang dari USD5 juta.

“Selama Januari 2019, ekspor dari 10 golongan barang mampu memberikan kontribusi sebesar 90,16 persen terhadap total ekspor Sumut. Sedangkan di luar golongan tersebut memberikan kontribusi sebesar 9,84 persen,” katanya, Jumat (3/1).

Tomry melanjutkan, jika dilihat dari negara tujuan ekspor, pangsa pasar ekspor terbesar Sumut sepanjang Januari 2019 ialah Amerika Serikat sebesar USD97,51 juta. Disusul Tiongkok sebesar USD61,99 juta dan India sebesar USD59,07 dengan kontribusi ketiganya mencapai 32,03 persen.

“Sekitar 30,85 persen barang ekspor dari Sumut dipasarkan ke kawasan Asia di luar ASEAN. selain Tiongkok dan India, Jepang dan Pakistan merupakan pangsa ekspor untuk kawasan di luar ASEAN yakni USD41,01 juta dan USD21,86 juta,” ucapnya.

Selama Januari 2019, tambahnya, negara tujuan utama yang mengalami kenaikan nilai ekspor adalah Ukraina sebesar USD15,17 juta atau naik 603,50 persen, Belanda sebesar USD13,06 juta atau naik 119,19 persen dan Amerika Serikat sebesar USD12,28 juta 14,41 persen.(nty)