Ekspor CPO ke India Menurun

Surabaya | Jurnal Asia
Meski volume ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia mencapai penguatan ke level 2,03 juta ton pada Maret, permintaan dari India selaku salah satu pasar utama minyak sawit RI terus menurun.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan ekspor CPO ke India pada Maret mencapai 433.780 ton, turun 1,4% dibandingkan bulan sebelumnya. “Permintaan dari Negeri Bollywood justruturun saat negara Asia Selatan tersebut kekurangan pasokan minyak nabati di dalam negeri,” ungkap Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan, Jumat (17/4).

Menariknya, impor CPO India dari Malaysia pada bulan yang sama justru menguat signifikan. Menurut catatan GAPKI, India melakukan aksi beli dan meningkatkan stok di dalam negeri dengan mengambil kesempatan harga CPO murah sebelum Malaysia mengenakan pajak ekspor.

Untuk diketahui, Pemerintah Malaysia pada April bakal mengenakan pajak ekspor sebesar 4,5%. Selain ke Malaysia, ekspor CPO Indonesia pada Maret juga membukukan penurunan ke Amerika Serikat (AS) dan Pakistan, yaitu masing-masing 58% dan 52%.

“Penurunan permintaan dari AS karena stok kedelai sebagai feedstock biodiesel yang meningkat di akhir Februar, yaitu 58% dari 44% pada Januari. Sementara itu, industri biodiesel di Negeri Paman Sam sendiri masih mengalami stagnansi,” jelas Fadhil. (BC)