Ditekan Corona, Rupiah Melemah di Posisi Rp16.600 per Dolar AS

Rupiah terus melemah terhadap dolar AS.Ist

Medan | Jurnal Asia
Nilai tukar rupiah melemah dalam rentang 16.400 hingga 16.600 per US Dolarnya. Kinerja mata uang Rupiah terpuruk dan merupakan level yang lebih buruk dibandingkan dengan krisis 1997/1998 silam.

“Kinerja mata uang Rupiah diyakini masih berpeluang melemah seiring dengan memburuknya ekonomi global,” kata Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, Senin (23/3/2020)

Ia menilai pelemahan rupiah pagi ini masih dipengaruhi oleh minimnya sentimen data makroekonomi akibat penyebaran virus corona (covid-19) secara global dan domestik.

Baca Juga : Virus Corona Diprediksi Guncang Ekonomi Sumut

Dengan banyaknya pabrik, kantor, sekolah, hingga layanan umum masyarakat yang terpaksa ditutup sementara menjadi kekhawatiran pelaku pasar akan kemungkinan resesi yang datang lebih cepat.

Tak hanya rupiah, pagi ini mayoritas mata uang di kawasan Asia juga melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah 2,65 persen, baht Thailand 0,54 persen, ringgit Malaysia 0,52 persen dan dolar Singapura 0,48 persen.

Selanjutnya rupee India juga turut melemah 0,28 persen, lira Turki 0,18 persen diikuti dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,01 persen. Di sisi lain, penguatan hanya terjadi pada yen Jepang 0,30 persen terhadap dolar AS.

Ilustrasi tukar rupiah terhadap dolar. Ist

Baca Juga : Update Covid-19 di Sumut : Jumlah ODP Naik Menjadi 496 Orang

Kemudian di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia dan dolar Kanada sama-sama melemah dengan nilai masing-masing sebesar 0,98 persen dan 0,62 persen, diikuti poundsterling Inggris yang melemah 0,29 persen dan euro 0,26 persen terhadap dolar AS.

Sementara, Pagi ini, IHSG dibuka melemah di level 4.105,03. Dan pelemahan terhadap IHSG masih berlanjut dimana saat ini pelemahannya di level 4.029,23.

IHSG melemah nyaris 4%, pada sesi pembukaan perdagangan. Di mana IHSG akan mencoba level psikologis 4.000 selama perdagangan hari ini. Potensi IHSG melemah cukup besar dan diyakini akan memberikan pukulan berat bagi kinerja pasar keuangan secara keseluruhan.

“Di sisi lain, kekhawatiran akan memburuknya penyebaran corona di seluruh negara di dunia, akan terus membayangi transaksi pasar keuangan dunia termasuk Indonesia,” pungkasnya.(nty)