Desember 2018, Sumut Inflasi 0,15 Persen

Keterangan : Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi memberikan keterangan terkait inflasi bulanan di Kantor BPS Sumut, Rabu (2/1). Netty

Medan | Jurnal Asia
Di akhir tahun 2018, cabai merah tidak lagi menyumbang inflasi di Sumatera Utara (Sumut). Yang memberi inflasi justru angkutan udara, ayam ras, bawang merah, dencis, tongkol dan udang basah.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menyebutkan, di bulan Desember 2018, seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut mengalami inflasi. Di mana Sibolga inflasi 0,10 persen, Pematangsiantar 0,38 persen, Medan sebesar 0,12 persen dan Padangsidimpuan 0,41 persen.

“Dengan begitu, gabungan empat kota IHK ini maka di Desember 2018, inflasi Sumut sebesar 0,15 dan ini terkendali. Sebab, angka tersebut lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 0,62 persen,” kata Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Rabu (2/1).

Terjadinya inflasi pada Desember 2018, lanjutnya, menyebabkan laju inflasi kumulatif (perbandingan terhadap Desember 2017) dan laju inflasi year on year masing-masing kota yakni, Sibolga inflasi 2,86 persen, Pematangsiantar inflasi 2,15 persen, Medan inflasi 1 persen dan Padangsidempuan inflasi 2,22 persen.

“Dan untuk inflasi tahun kalender dan inflasi year on year gabungan empat kota IHK di Sumut sebesar 1,23 persen,” terangnya.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Desember 2018 diantaranya, tarif angkutan udara naik 14,52 persen, harga ayam ras naik 7,20 persen, bawang merah naik 14,24 persen.

Kemudian, harga dencis naik 6,61 persen, harga ikan tongkol naik 7,52 persen, ikan kembung naik 3,93 persen dan harga udang basah naik 4,01 persen.

Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, daun singkong, minyak goreng, cabai rawit dan kacang panjang.

Inflasi Sumut Lebih Rendah dari Nasional
Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, realisasi inflasi sebesar 0,15 sekaligus menutup tahun 2018 sebagai tahun dengan realisasi inflasi yang sangat rendah sekali. Secara YoY Sumur hanya merealisasikan inflasi sebesar 1.23 persen lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional yang sebesar 3.13 persen.

Namun secara keseluruhan, lanjutnya, inflasi di tahun 2018 menyisakan masalah di mana Sumut masih kesulitan dalam meredam gejolak harga cabai merah sepanjang tahun. Di bulan Desember lonjakan pada harga daging ayam beserta kenaikan harga ikan dinilai sangat wajar.

Menurutnya, Sumut jangan berpuas dahulu dengan prestasi ini. Saya mengkaji dan menilai ada masalah di mana laju inflasi yang rendah di wilayah Sumut terkait dengan pelemahan harga komoditas khususnya sawit yang anjlok belakangan. Ini fakta yang tidak bisa dipungkiri.

Ia menilai, keberhasilan dalam pengendalian harga belakangan ini lebih besar dikarenakan memang keberhasilan dalam pengendalian harga kebutuhan pangan atau pokok. Karena ia melihat sejumlah harga kebutuhan pokok masih stabil.

“Saya kerap menemukan harga kebutuhan pokok yang sama di luar Sumut itu harganya lebih mahal,” tandasnya. (net)