Covid-19 Terus Menyebar, Harga Kebutuhan Pokok Harus Tetap Dijaga

Harga bahan pokok di Medan masih normal.Netty

Medan | Jurnal Asia
Harga sejumlah kebutuhan pokok masih dijual dalam rentang harga normal bahkan dengan kecenderungan mengalami penurunan. Begitupun, pemerintah harus tetap menjaga harga di tengah meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Pantauan di lapangan, beberapa harga kebutuhan pokok yang relatif mengalami penurunan diantaranya adalah cabai, baik itu cabai merah dan rawit, bawang merah dan putih, daging ayam dan telur ayam serta sayuran.

Namun, ada yang masih menunjukan tren kenaikan seperti gula pasir dan minyak goreng.

Ketua Tim Pemantau Harga, Gunawan Benjamin mengatakan, kinerja harga kebutuhan pokok tersebut sejauh ini tidak begitu banyak dipengaruhi oleh gangguan penyebaran penyakit corona. Realisasi sejumlah harga kebutuhan pokok tersebut masih dalamĀ on the track.

Akan tetapi, kata dia, perlu diwaspadai penyebaran corona yang bisa saja membuat sejumlah kebutuhan pokok masyarakat bergerak liar. Di tengah pelemahan mata uang Rupiah serta lockdown yang dilakukan sejumlah negara baik dengan mengunci beberapa wilayah maupun lockdown negaranya tersebut.

“Saya menilai apa yang terjadi saat ini adalah kondisi luar biasa,” katanya, Sabtu (21/3/2020).

Terlebih beberapa kebutuhan pokok kita sebagian atau seluruhnya didatangkan dengan cara impor. Katakanlah bawang putih, kacang tanah, kedelai, garam, gula pasir hingga buah buahan.

Dengan pelemahan rupiah saja kebutuhan pokok masyarakat kita bisa mengalami kenaikan. Konon harus ditambah bebannya seiring dengan aktifitas lockdown yang dilakukan banyak negara.

“Keluar masuk barang menjadi terganggu dan sangat mengganggu harga kebutuhan pangan masyarakat. Pemerintah baik pusat dan daerah harus memiliki sejumlah opsi terkait pengamanan kebutuhan pokok di tengah kondisi rumit seperti sekarang,” ujarnya.

Setidaknya pemerintah harus memikirkan kondisi terburuk dari penyebaran virus corona tersebut. Katakanlah kalau bentuk yang dilakukan pemerintah adalah mengurangi aktifitas dan menjaga jarak individu dengan individu lainnya.

“Seperti yang dilakukan saat ini. Semuanya masih terbilang normal. Harga pangan tidak mengalami gejolak harga,” pungkasnya.(nty)