Bulog Sumut Punya 2.000 Ton Gula Pasir, Harga Dijamin Aman

Ilustrasi gula pasir

Medan | Jurnal Asia
Perum Bulog Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) pastikan ketersediaan gula pasir aman. Di gudang Bulog sendiri, sedikitnya ada 2.000 ton gula pasir yang siap di pasarkan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

Kepala Bulog Divre I Sumut, Benhur Ngkaimi mengatakan, untuk awal tahun 2019 stok gula cukup aman. Begitu pula dengan harga jual juga stabil di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET)

“Kalau untuk stok gula di gudang ada 2.000 ton. Dijadwalkan segera tiba lagi di Medan sekitar 15.000 ton,” katanya, Selasa (1/1).

Stok semakin dipastikan aman karena hasil pengecekan di lapangan, stok gula di tangan pedagang juga banyak. Namun, lanjutnya, jika terjadi aksi spekulan, maka Bulog akan meningkatkan pendistribusian.

“Tidak ada alasan gula susah didapat, apalagi harga naik karena ketersediaan cukup banyak,” tuturnya.

Harga gula di pasar hingga pekan ini jauh di bawah HET. Harga gula di pasar sebesar Rp10.500 hingga Rp12 ribu per kg dan ini dibawah dari HET Rp12.500 per kg.

“Bulog terus mengawal harga gula agar tidak di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500 per kg,” ujarnya.

Harga gula, sesuai ketentuan Kementerian Perdagangan  sejak 10 April 2017 tidak boleh di atas HET termasuk di pasar ritel modern.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut, Alwin menyebutkan, timnya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok termasuk gula di pasar modern, tradisional dan juga distributor.

Selain memantau ketersediaan dan harga di pasar, Disperindag dan juga TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) juga tetap melakukan koordinasi dengan produsen, distributor dan termasuk Bulog Sumut. (net)