Bonar Buktikan Keterbatasan Bukanlah Pembatas dalam Bekerja

 

Bonar Bangun Simanjuntak mitra GrabBike.Ist

Medan | Jurnal Asia
Bonar Bangun Simanjuntak seorang penyandang disabilitas (tuli) membuktikan dirinya bisa bekerja dan beribadah untuk memberi nafkah istri dan menunjang masa depan anak perempuannya. Bonar adalah teman tuli pertama menjadi mitra GrabBike yang bergabung sejak April 2017.

Di tengah keterbatasan yang dimilikinya, ia tidak pernah merasa ruang geraknya dibatasi bahkan ingin mendobrak perspektif bahwa teman tuli berbeda dengan mereka yang tidak tuli. Salah satu buktinya ia terus produktif dan bisa berkarya.

Bonar mengaku selalu mengirim pesan kepada penumpangnya tentang kondisinya yang tuli. Ia menerima segala tanggapan dan sejauh ini dia tidak pernah merasa dirugikan.

“Saya tidak merasa minder. Saya berani. Saya merasa percaya diri dan merasa kuat juga,” kata lelaki berusia 30 tahun itu menggunakan bahasa isyarat, Senin (2/12/2019).

Setiap hari, diakuinya, ia bekerja mulai pukul 4 subuh hingga 10 malam. Hal itu dilakukan agar bisa terus membiayai pendidikan putrinya yang baru berusia 5 tahun hingga jenjang paling tinggi maka dia bertekad untuk menabung dan mengasuransikan hasil jerih payahnya.

Selama menjadi mitra Grab, Bonar tidak pernah merasa berbeda dengan lainnya dan sering menjadi inspirasi dan banyak yang memuji. Begitupun, ia harus giat bekerja dan mandiri dan terus bekerja.

“Mereka bilang, Wah, kamu orang tuli tapi tetap giat narik penumpang ya. Hebat.’ Mereka terlihat kagum,” ucapnya.

Perjalanan Bonar untuk bisa bekerja dan berkarya tidaklah semulus yang dibayangkan. Awalnya, ia ditolak empat kali saat melamar di beberapa tempat dan kemudian ia terpikir untuk menjadi mitra pengemudi transportasi online dan membuat foto dengan tulisan di kertas.

“Saya minta agar bisa bekerja di Grab. Akhirnya foto saya viral sekitar tahun 2017. Saya juga kaget. Orang-orang banyak berkomentar. Akhirnya, Bos Grab dari Jakarta telepon saya. Dia bilang, ayo kamu lamar, Insyaallah kamu diterima.’ Ketika buka Whatsapp, Alhamdulillah saya diterima, seneng banget,” ucapnya.

Bonar merasa senang karena semakin banyak teman tuli yang mendapatkan kesempatan kerja di Grab. Saat ini sekitar 20 teman tuli yang sudah menjadi mitra GrabBike di Bandung.

Diceritakannya, dia merasa tidak kesulitan berkomunikasi dengan customer. Dia sudah terbiasa menggunakan fitur berkirim pesan untuk memberitahukan bahwa dirinya tuli sejak awal.

Meski dihadapkan dengan berbagai kendala dan kekurangan, Bonar selalu menganggap hal itu mudah dan bisa diatasi. Bonar tak pernah memanfaatkan kekurangannya untuk lebih menonjol dibandingkan dengan yang lain.

“Saya merasa bersyukur karena sekarang Grab sudah bekerja sama dengan Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia). Dengan begitu, teman-teman tuli juga bisa bekerja sama. Saya masih akan terus bekerja di Grab,” pungkasnya.(nty)