Bisnis Mobil Listrik Diprediksi Bakal Menjamur

 

DFSK Glory E3 menggunakan teknologi listrik.Netty

Medan | Jurnal Asia
Pabrikan otomotif asal Tiongkok, DFSK berasil mencuri perhatian pengunjung melalui mobil listrik di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Di era kendaraan listrik ini, bisnis ini diprediksi bakal terus menjamur dan tumbuh subur.

Sales & Marketing Director DFSK, Alex Pan mengatakan, dalam mendukung kebijakan Indonesia terkait kendaraan listrik, pihaknya mempersiapkan produk serta teknologi sebagai salah satu bagian untuk mempercepat program kendaraan listrik. Mereka optimis, produk kendaraan listrik dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.

Di pameran ini, menandai kemampuan DFSK untuk menyuguhkan kendaraan listrik yang siap digunakan dan menyenangkan untuk dikendarai, DFSK menghadirkan Glory E3 yang design modern nan menawan dipadu dengan performa tenaga listrik yang fun to drive.

DFSK Glory E3 menggunakan teknologi listrik dengan model Battery Electric (BE) yang sepenuhnya mengandalkan baterai dan motor listrik sebagai tenaga penggeraknya. Kendaraan ini 100% bebas emisi gas buang karbon sehingga sangat ramah lingkungan di jalan-jalan dan bisa menjadi solusi untuk kebutuhan kendaraan yang hijau.

“Terkait mobil listrik, kami mendukung kebijakan pemerintah dan kita masih terus menunggu kepastian kebijakan tersebut. Tetapi secara akselerasi percepatannya kita mendukung penuh,” katanya.

Minggu lalu, kata dia, pihaknya juga telah melakukan Mou kerjasama dengan PLN di Jakarta dalam akselerasi percepatan kendaraan listrik. Pihaknya juga sudah berbicara dengan pemeritahan bahwa mereka sudah melakukan proses pengiriman prototipe kendaraan listrik dari Tiongkok.

Kedepannya, tambah dia, mobil listrik ink akan diproduksi di pabrik DSFK di Cikande, Serang. Prototipe akan tiba di bulan Desember ini.

“Untuk harga resminya sampai sekarang belum ada karena ini akan berhubungan dengan modal dan insentif dari pemerintah. Dan kebijakan ini sedang digodok oleh pemerintah,” ucapannya.

Namun dapat dipastikan, lanjutnya, DSFK akan mengeluarkan mobil listrik dengan berbagai jenis mulai dari komersil, mini van, mobil penumpang dan juga mobil bus antar kota. Di fase awal, mobil listrik ini bisa diisi dengan bahan bahan mengingat infrastruktur mobil listrik ini belum seluruhnya kawasan di Indonesia.

Alex Pan melanjutkan, meski diterpa krisis ekonomi global pihaknya yakin mobil listrik bakal laku di pasar Indonesia. Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap bagus hal ini ditandai pihaknya menginvestasikan USD150 juta untuk membuka pabrik di Indonesia.

“Kami percaya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bagus. Tahun ini saja kita melakukan penandatanganan penjualan produk Super Cab ke Filipina sebanyak 3.000 unit,” pungkasnya.(nty)