BI Prediksi Penggunaan Uang Elektronik Meningkat

Kepala BI Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat.Netty

Medan | Jurnal Asia
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah Sumatera Utara (Sumut) mempediksi penggunaan uang elektronik di 2019 ini bakal meningkat. Ini dikarenakan akses masyarakat terhadap uang elektronik semakin banyak.

Berdasarkan data BI Sumut), layanan keuangan digital ini mampu membukukan transaksi senilai Rp346 miliar di akhir tahun 2018. Realisasi tersebut jauh di atas transaksi pada tahun 2017 yang hanya Rp 8 miliar.

Semakin tingginya akses masyarakat terhadap uang elektronik bisa dilihat dari penetrasi ‘pemain’ uang elektronik di Sumut khususnya Kota Medan seperti OVO, Gopay, i.Saku, Saku-ku, Dana, dan lainnya. Merchant-merchant yang menawarkan pembayaran melalui server base ini juga semakin banyak.

Kepala BI Perwakilan Sumut Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, melejitnya transaksi uang elektronik karena terjadi ‘loncatan’ pengguna pada Januari 2018

“Itu karena strategi penetrasi pasar yang dilakukan oleh OVO dan i.Saku terkait pembayaran untuk tagihan belanja dan tagihan berkala di merchant. Tentu┬ásaja, masyarakat terutama generasi muda banyak yang merasa dimudahkan sehingga penggunaannya kian melejit,” katanya, di Medan, Rabu (3/4).

Peningkatan transaksi non tunai utamanya memang didorong oleh upaya perluasan pembayaran berbasis elektronik dan pengembangan ekosistem pembayaran non tunai. Transaksi jalan tol tentu berkontribusi besar. Selama tahun 2018, pembayaran e-toll meningkat pesat dari 78 persen di awal tahun 2018 menjadi 98,5 persen di Februari 2019 ini.

Dari sisi transaksi uang elektronik, jelas Wiwiek, terjadi shifting (peralihan) transaksi dari mayoritas transaksi top up menjadi transaksi pembayaran. Hal itu menunjukkan jika penggunaan uang elektronik semakin luas.

Untuk tahun 2019, transaksi uang elektronik di Sumut diperkirakan bakal terus melejit. Terlebih jika merujuk pada jumlah agen keuangan digital (LKD) yang pada Februari 2019 sudah meningkat 73 persen menjadi 10.947 agen dari 6.343 agen pada Februari 2018.

Meskipun penggunaan uang elektronik masih terpusat di Kota Medan dan sekitarnya, tapi diyakini transaki uang digital ini akan terus melebar hingga daerah lainnya di Sumut.

Kondisi ini kemungkinan besar disebabkan oleh faktor kebiasaan dalam menggunakan pembayaran secara tunai. Tapi BI sangat yakin perkembangan uang digital baik yang chip-base maupun server-base akan terus meningkat terutama di tahun 2019 ini dan diharapkan bisa dimanfaatkan seluruh warga Sumut.(nty)