Banyak Negara Nyatakan Darurat Corona, Rupiah Sentuh 15.962 per US Dolar

Rupiah terus melemah.Ist

Medan | Jurnal Asia
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya masuk dalam darurat corona. Pernyataan tersebut dilontarkan dengan diikuti rencana menggelontorkan uang untuk mencegah penyebaran corona, maupun menjaga daya beli masyarakat di AS.

Pada perdagangan malam tadi, kinerja indeks bursa di AS di perdagangkan di dua zona, dan mampu ditutup positif rata rata mendekati 1%. Walau demikian pada perdagangan pagi ini waktu Asia, indeks bursa futures di AS menunjukan angka merah dengan penurunan sekitar 2% lebih. Pelemahan ini berpeluang menggiring pelemahan pada bursa di Asia.

Analisis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin mengatakan, kekhawatiran pelaku pasar masih terus dibayangi oleh penyebaran corona itu sendiri. Ia menilai apa yang dilakukan pemerintah AS saat ini menunjukan kalau merek juga mengalami kecemasan serius dari efek penyebaran corona tersebut.

Dari pasar domestik, Indonesia kembali memangkas besaran suku bunga acuannya menjadi sebesar 25 basis poin menjadi 4.5% pada har ini. Pemangkasan besaran bunga acuan tersebut pada dasarnya memang akan membantu mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi.

“Respon cepat BI kemarin juga banyak membantu kinerja mata uang Rupiah yang sempat memburuk di atas 16.000 per US Dolar. Sempat ditutup di level 15.912 per US Dolar, meskipun pada pembukaan perdagangan saat ini, Rupiah masih melemah dikisaran 15.962 per US dolar,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Tidak jauh berbeda dengan Rupiah, IHSG juga dibuka melemah. IHSG dibuka di level 4.093,28. Dan sejauh ini masih melanjutkan tren pelemahan dikisaran level 3.934.49, atau melemah 4% lebih.(nty)