Bank Indonesia Sumut Kembangkan Klaster Cabai Merah di Pakpak Bharat

 

Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat (tengah) resmikan klaster cabai merah.Ist

Pakpak Bharat | Jurnal Asia
Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembangkan klaster cabai merah di Pakpak Barat. Dengan melakukan pendampingan terhadap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ulu Laena, BI berharap pasokan cabai merah di Sumut semakin membaik.

Kepala Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, di triwulan III 2019, cabai merah menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di Sumut dengan pertumbuhan sebesar 84,18% (yoy) dan andil inflasi sebesar 1,26%.

Selanjutnya, di Oktober 2019 telah mencatatkan deflasi, didorong deflasi pada komoditas volatile food sejalan dengan penurunan harga cabai merah dan cabai rawit karena masuknya musim panen.

“Cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi. Karenanya Sumatera Utara harus menguatkan kita pentingnya menjaga suplai dari komoditas cabai merah ini,” katanya di acara peresmian klaster cabai merah di Pakpak Bharat, Jumat (22/11/2019).

Pengembangan klaster cabai merah tersebut, sambungnya, merupakan upaya BI untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya melalui program pendampingan klaster. Dengan harapan, dapat memenuhi ketersediaan stok cabai merah untuk Sumut sehingga inflasi dapat terjaga.

Penanaman cabai merah dilakukan pada lahan percontohan seluas 10 hektar yang tersebar di dua desa yakni Desa Ulu Merah lima hektar dan Desa Ulu Langge Namuseng lima hektar.

“Saat ini, baru 2,5 hektar yang kita tanami. Kita akan lakukan pendampingan pada klaster ini selama tiga tahun,” jelasnya.

Sebagai tahap awal pendampingan, BI telah melaksanakan pemberian materi terkait perubahan mindset dengan narasumber certified coaches yaitu tim IMUTS pada tanggal 18 November 2019.

Selanjutnya juga telah dilakukan pelatihan budidaya cabai merah organik dan pembuatan pupuk organik mulai 19 hingga 21 November 2019 dengan narasumber Dr Nugroho Widiasmadi, peneliti MA 11 yang sudah sangat berpengalaman mendampingi kelompok tani binaan BI.

“Dengan pelatihan yang diberikan, kami berharap dapat membawa perubahan yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas para petani,” tandasnya.

Sementara, PJ Bupati Pakpak Bharat, Asren Nasution menyambut baik program BI tersebut. Ia berharap selain cabai merah, BI dapat melakukan pendampingan terhadap komoditas-komoditas lain yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat terutama komoditas yang potensial disana seperti gambir dan jagung.(nty)