Awal Tahun, Inflasi Sumut Capai 0,20 Persen

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark SP Sitinjak (tengah) beri keterangan pers, Jumat (1/2).Netty

Medan | Jurnal Asia
Di awal tahun 2019, berbagai harga komoditas di Kota Medan menunjukkan peningkatan. Peningkatan tersebut mendorong inflasi di Sumatera Utara (Sumut) yang mencapai 0,20 persen.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga di Januari antara lain, tarif angkutan udara naik 35,34 persen, ikan gembung naik 7,74 persen, ikan dencis naik 2,91 persen.

Kemudian, harga emas perhiasan naik 2 persen, harga mobil naik 0,69 persen, upah pembantu rumah tangga naik 0,80 persen dan harga udang basah naik 3,50 persen.

“Di awal tahun memang angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi di Sumut. Angkutan udara yang kami pantau hanya harga tiket dan ada tiga periode yang mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut, Bismark SP Sitinjak, Jumat (1/2).

Begitupun, lanjut Bismark, ada sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga. Diantaranya, cabai merah, bensin, celana panjang jeans wanita, tomat buah, jeruk, pisang dan susu untuk tulang.

“Dcabai merah kali ini tidak menyumbang inflasi karena mengalami penurunan harga,” ucapnya.

Bismark merinci, dari empat kota Indeks Harga Konsumen (IHK) tiga  kota mengalami inflasi yakni Pematangsiantar 0,1 persen, Medan sebesar 0,22 persen dan Padangsidempuan sebesar 0,46 persen sedangkan Sibolga mengalami deflasi sebesar 0,03 persen.

“Dengan demikian, inflasi gabungan empat IHK di Sumut pada Januari 2019 sebesar 0,22 persen,” tandasnya.(net)