Apindo Sumut Keluhkan Biaya VGM di Pelabuhan Belawan

Wakil Ketua Apindo Sumut, Pin Pin (tengah) didampingi Ketua, Parlindungan Purba dan Sekretaris, Laksamana Adiyaksa.Netty

Medan | Jurnal Asia
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumatera Utara (Sumut) keluhkan penerapan verifikasi berat peti kemas atau Verified Gross Mass of Container (VGM) di Pelabuhan Belawan. Biaya tambahan ini dinilai sangat memberatkan dan merugikan pelaku usaha.

Wakil Ketua Apindo Sumut, Pin Pin mengatakan, VGM ini merupakan berat kotor dari kontener untuk naik ke atas kapal dengan tujuan untuk keamanan kapal. Di dunia, memang ada peraturan itu dan sudah jalan sejak 2016 sampai 12 Mei 2019 namun tidak dikenakan biaya di Pelabuhan Belawan.

“Tetapi tiba-tiba pada 13 Mei 2019 VGM mulai dikenakan biaya dan itu sangat memberatkan. Padahal tidak ada tambahan kerjaan atau kegiatan apa-apa oleh Pelindo ataupun Biro Klasifikasi Indonesia (BKI),” katanya didampingi Ketua Apindo Sumut, Parlindungan Purba dan Sekretaris Umum, Laksamana Adiyaksa, kemarin.

Pin Pin melanjutkan, biaya itu diberlakukan terhadap setiap kontener yang akan dinaikkan ke kapal, yakni untuk sertifikasi Rp75.000 per kontener. Kemudian dan verifikasi Rp50.000 per kontener.

“Jadi biaya yang harus dikeluarkan per kontener itu Rp125.000. Setahun kira-kira ada 400-500 ribu kontener, jadi bisa dibayangkan berapa beban tambahan untuk Sumut. Dan kami sangat keberadaan dengan biaya ini karena membebani ekonomi dunia usaha terutama untuk ekspor,” ujarnya.

Terkait keberatan tersebut, sambungnya, Apindo Sumut sudah menyampaikan surat keberatan sebelum 13 Mei 2019. Dan surat tersebut juga sudah disampaikan ke DPRD, tapi tidak digubris dan masih terus dijalankan padahal kebijakan itu melanggar ketentuan yang berlaku.

Ditegaskan Pin Pin, kalaupun kebijakan pengenaan biaya itu diterapkan seharusnya bukan Pelindo yang berwenang mengutip, tapi pihak ketiga. Karena itu merupakan biaya yang terkait dengan kepelabuhanan dan bukan biaya kepelabuhanan.

Parlindungan Purba menambahkan, di Apindo ada bagian analisis permasalahan yang bekerja secara lebih teknis, sehingga kesimpulan yang diambil berdasarkan data, pengalaman dan pengaduan para pengusaha kepada Apindo.

“Jadi kita berharap Apindo makin lama akan lebih berperan lagi dalam mengembangkan dunia usaha khususnya di Sumut,” katanya.(nty)