Ajang DSC|X Berbagi Kiat Sukses Berbisnis dengan Wirausahawan Muda

 

Mentor Nasional DSC|X 2019, Dina Dellyana
disela radshow DSC|X di Medan.Netty

Medan | Jurnal Asia
Pebisnis pemula kerap mengalami kegagalan dan enggan kembali mencoba. Inilah yang menjadi motivasi Wismilak Foundation berbagi kiat agar wirausahawan muda di Indonesia berhasil menjalankan bisnis melalui ajang roadshow Diplomat Success Challenge ke-10 tahun 2019 (DSC|X).

Di Medan, kegiatan ini diikuti sekitar seratusan peserta lebih. Dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang kewirausahaan seperti Mentor Nasional DSC|X 2019 sekaligus Dosen dan Direktur SBM ITB, musisi dan enterpreneur, Dina Dellyana dan
Qintari Anindhita, local hero dan Founder UntukAnakku.id dan Co-founder Womandiri.

Penggagas DSC|X sekaligus Marketing Community & Event Manager Wismilak, Edric Chandra mengatakan, orang Medan dikenal memiliki spirit dan karakter wirausahawan yang khas. Sebagai pebisnis, mereka memiliki pribadi dengan etos kerja keras yang tinggi dan kemampuan bekerja dengan tim untuk meraih keberhasilan serta gigih, pantang menyerah.

“Semua karakter tersebut adalah yang terpenting yang dibutuhkan dalam dunia usaha. Dan yang penting, wirausahawan harus memiliki wawasan terkait bisnis,” katanya.

Dengan adanya roadshow DSC|X ini, sambungnya, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai wawasan kewirausahaan dan informasi terkait dengan mekanisme submisi proposal DSC|X.

Nantinya, peserta tidak hanya mendapatkan hibah sebesar Rp2 miliar tetapi juga memberikan pendampingan oleh mentor-mentor yang mempunyai pengalaman wirausaha dan sukses di bidangnya masing-masing selama masa inkubasi.

“Kami berharap roadshow ini menjadi sebuah ajang yang tidak hanya menginspirasi namun juga mitra strategis bagi kaum muda yang terjun ke dunia usaha untuk dapat meraih kesuksesan,” tegasnya.

Pada roadshow DSC|X 2019 di Medan, Dina Dellyana menyampaikan, ajang DSC|X 2019 memberikan beragam kiat-kiat dan solusi penting dalam menghadapi berbagai tantangan dalam berwirausaha. Ia melihat potensi wirausahawan muda kreatif di Medan dan Sumut cukup besar.

“Dengan potensi bahan baku lokal, kekayaan budaya lokal dan alam di sini, saya yakin akan banyak sekali ide bisnis yang bisa dikembangkan dari Sumatera Utara,” ucapnya di CoHive Clapham Centre Point Medan, Kamis (4/7) malam.

Dina berharap para peserta mampu menciptakan beragam gagasan kreatif dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya serta bahan baku lokal sehingga bisa berkreasi from local to the world.

“Ada tiga tahapan dalam memulai bisnis. Yang pertama, empati pada problem (meski tahu dulu problemnya), mengikuti tren dan berangkat dari skill yang kita punya atau passion,” tegasnya.

Jangan Batasi Diri Agar Berkembang

Founder Clapham Company, Christopher Angkasa serahkan plakat ke Co-founder Womandiri, Qintari Anindhita.Netty

Sementara, local hero dan Founder UntukAnakku.id dan Co-founder Womandiri, Qintari Anindhita mengatakan, dalam ajang roadshow DSCX 2019 ini dirinya ingin menunjukkan kepada peserta tentang pentingnya memperhatikan value dan empati dalam melihat kebutuhan pasar.

Menurutnya, pengusaha terbaik adalah yang menjual produk atau service yang benar-benar dibutuhkan pasar karena dia berangkat dari masalah yang memang ingin diselesaikan.

“Dan yang terpenting, jika ingin menjadi pebisnis jangan batasi diri sehingga bisa berkembang,” tegasnya.

Qintari menambahkan, tahun ini perkembangan start up dan usaha di Medan lebih banyak dengan latar belakang yang sentimentil. Menurutnya inilah yang akan menjadikan kompetisi menjadi semakin seru dan menantang untuk tahun ini.

Roadshow kompetisi DSC|X dilakukan mulai 21 Mei sampai 23 Juli 2019 di sembilan kota di Indonesia, yakni Surabaya, Malang, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Bali dan Jakarta. Setelah Medan, roadshow DSC|X akan hadir di Makassar (9/7), Bali, (16/7), dan terakhir sebagai penutup roadshow adalah Jakarta (23/7).(nty)