Agustus Ini, Inflasi Sumut Diprediksi di atas 1 Persen

 

Seorang pedagang sedang merapikan dagangannya.Netty

Medan | Jurnal Asia
Inflasi di bulan Agustus 2119 ini diperkirakan akan mengalami kenaikan dibandingkan bulan lalu atau di atas 1 persen. Hal ini dikarenakan harga cabai yang justru kembali naik sejak menjelang Idul Adha kemarin.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, awalnya ia menduga harga cabai merah yang naik menjelang Idul Adha adalah karena permintaan yang tinggi. Namun setelah beberapa hari dipantau hingga saat ini harganya justru masih di Rp83 ribu per kg.

Bahkan, lanjutnya, beberapa hari yang lalu harganya sempat Rp100 ribu per kg.

“Harga cabai merah sebesar itu akan memicu laju tekanan inflasi sumut di atas 1 persen. Karena rata-rata harga cabai merah di bulan yang lalu dikisaran Rp63 ribu per kg,” katanya, Senin (26/8).

Menurutnya, hal ini merupakan ancaman seriua bagi Sumatera Utara. Karena kenaikan harga cabai merah sangat berpeluang menciptakan inflasi tinggi.

Jika nanti inflasinya tinggi, sambungnya, maka harapan Sumut merealisasikan inflasi tahunan sesuai target menjadi sangat sulit. Bahkan tidak mungkin dikisaran maksimal 4.5 persen.

Di sisi lain, cabai rawit juga bertahan mahal dikisaran angka Rp50 ribu per kg. Ini akan menambah porsi cabai dalam pembentukan inflasi semakin besar sebab bobotnya cenderung mengalami kenaikan.

Seorang pedagang di Pusat Pasar Medan, R Ritonga mengatakan, harga komoditas sayuran khususnya cabai merah masih bertahan mahal. Ini dikarenakan pasokan yang minim.

“Harga cabai merah kadang naik kadang turun tapi tetap masih mahal karena rata-rata sekitar Rp80 ribu per kilogram. Bahkan semalam sempat naik lagi Rp100 ribu per kg. Kalau untuk turun lagi ke harga normal saya tidak tahu kapan akan terjadi,” tandasnya.(nty)