8.150 Sambungan Jargas di Probolinggo dan Pasuruan Rampung

 

Jenderal Migas Kementerian ESDM resmikan jargas di Pasuruan, Probolinggo.Ist

Medan | Jurnal Asia
Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Pasuruan, Probolinggo. Totalnya ada 8.150 sambungan rumah tangga sesuai penugasan Pemerintah melalui Kementerian ESDM ke PT Pertamina (Persero) melalui sub holding gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Migas, Djoko Siswanto, jargas di Probolinggo dan Pasuruan terbagi menjadi 11 sektor, dengan perincian di Kabupaten Probolinggo sebanyak lima sektor sementara sisanya di Pasuruan. Sementara untuk memenuhi kebutuhan 8150 sambungan rumah tangga itu, dialokasikan sebesar 0,2 MMSCFD yang bersumber dari Husky CNOOC Madura LTd.

“Dukungan Pemda Kabupaten Probolinggo sangat penting karena berdasarkan pengalaman selama ini, terdapat beberapa kendala non teknis yang berpotensi menghambat pembangunan jargas seperti perizinan, maupun permasalahan sosial yang terjadi pada saat pelaksanaan pembangunan. Diharapkan Pemda lainnya juga memberikan dukungan serupa, sehingga masyarakat dapat lebih cepat menikmati gas bumi yang bersih dan murah,” katanya, kemarin.

Tahun ini, kata dia, pemerintah menggunakan dana APBN membangun 74.307 jargasĀ  yang tersebar di 16 lokasi mulai dari Aceh di ujung Sumatera hingga Wajo di Sulawesi.

Khusus untuk jargas, PGN telah mengelola infrastruktur pemerintah lebih dari 3.800 kilometer. Sementara total seluruh jaringan gas transmisi dan distribusi yang dikelola PGN lebih dari 10.000 kilometer.

“Pelanggan rumah tangga, terbesar di Surabaya yakni lebih dari 42.500 sambungan,” tuturnya.

Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari mengungkapkan, kini masyarakat Kabupaten Probolinggo mendapatkan kebarokahan khususnya Ibu Rumah Tangga yang selama ini mungkin memasak hanya dengan dua bahan bakar, gas tabung atau kayu bakar.

“Kami siap mendukung perizinan bersama seluruh stakeholder Probolinggo dan menerima proyeksi jaringan gas baru,” ujarnya.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Redy Ferryanto menambahkan, dengan bertambahnya sambungan gas rumah tangga khususnya di Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan memberi banyak manfaat. Hingga akhir tahun lalu, total sambungan gas rumah tangga yang dibangun menggunakan dana APBN di Jatim sebanyak 65.961 sambungan.

Saat ini, pihaknya mengoperasikan 564.445 sambungan rumah tangga yang sebagian besar di antaranya dibangun menggunakan dana APBN. Di 2025 pemerintah menargetkan pembangunan 4,7 juta sambungan rumah tangga.

“Pemerintah bisa menghemat Rp 178 miliar per tahun. Proyek pembangunan juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit,” ucap dia.

Hingga akhir 2018, total jargas rumah tangga di Indonesia berjumlah 486.229 sambungan di mana 67 persen atau 325.773 di antaranya dibangun menggunakan dana APBN. Sementara 155.771 atau 32,04 persen dibangunan menggunakan dana PGN dan 4.685 sambungan dibangun menggunakan dana milik Pertamina.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dirjen Migas, Onne Aswin menambahkan, pembangunan jargasĀ  di Pasuruan dan Probolinggo dimulai pada 26 April lalu dengan jangka waktu pengerjaan selama 216 hari. Dengan demikian, lanjut dia, pengerjaan rampung lebih cepat dari jadwal.(nty)