7.000 Ton Beras Petani Telah Diserap Bulog Sumut

 

Kepala Bulog Divre Sumut, Basirun (tengah).Netty

Medan | Jurnal Asia
Perum Bulog Divre I Sumatera Utara (Sumut) sudah membeli 7.000 ton beras petani di Sumut. Jumlah tersebut sekitar 35 persen dari target pembelian di tahun 2019 sebanyak 20.433 ton.

Kepala Perum Bulog Divre I Sumut, Basirun meski masih tercapai 35 persen dari target awal, pihaknya optimis dapat mencapainya di 2019 ini. Pasalnya, pembelian beras dari petani terus meningkat.

“Kita optimis tercapai. Bulog targetkan pembelian beras petani sebanyak 20.433 ton,” katanya di Medan, Kamis (29/8).

Pembelian beras sebanyak 7.000 ton itu membuat stok beras di Sumut semakin aman. Stok beras Bulog Sumut , kata Basirun, saat ini 55.500 ton dan jumlah itu cukup untuk kebutuhan hampir enam bulan ke depan.

Basirun menegaskan, Bulog Sumut terus berupaya meningkatkan pembelian beras petani sejalan dengan tugas perusahaan.

Walaupun, katanya, salah satu kendala membeli beras petani  adalah harga jual beras atau gabah petani yang selalu di atas harga pembelian pemerintah (HPP).

Sesuai Inpres No 5 tahun 2015, harga beli beras petani medium I ditetapkan Rp7.300 per kilogram dan ditambah fleksibilitas 10 persen. Maka harga beli beras petani maksimal menjadi Rp8.030 per kilogram.

Sementara, harga jual beras petani di Sumut sudah di atas HPP itu. Meski ada kendala, Bulog, ujar Basirun berupaya dengan berbagai cara untuk bisa membeli beras petani.

“Upaya ini dilakukan mulai dengan membeli secara komersial hingga bekerja sama dengan para pedagang pengumpul,” ujarnya.(nty)