2018, Kredit Perbankan Sumut Tumbuh 7,11 Persen

Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Hilman Tisnawan.Netty

Medan | Jurnal Asia
Kredit perbankan Sumatera Utara (Sumut) di 2018 tumbuh 7,11 persen atau mencapai Rp219,6 triliun dibanding 2017. Kinerja kredit jauh lebih baik dibandingkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) perbankan Sumut yang tahun 2018 hanya tumbuh 1,3 persen.

Pjs Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Sumut Hilman Tisnawan mengatakan, tahun 2018, perbankan Sumut juga bisa mengelola kreditnya dengan baik. Sebab, kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) bisa dilevel 1,72 persen.

“Untuk 2019 ini, pertumbuhan kredit diperkirakan bisa mencapai 10-12 persen. Tentu Sumut diharapkan bisa berkontribusi terutama pada sektor-sektor yang produktif. Apalagi komposisi kredit produktif di tahun 2018 sebesar 43,82 persen,” katanya, Jumat (3/1).

Bank juga masih akan mengincar sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam menyalurkan kredit/pembiayaaan di tahun ini. Terlebih mengingat sektor ini lebih ‘tahan’ terhadap geliat perekonomian global.

Pertumbuhan kredit perbankan Sumut sebesar 7,11 persen menurut pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, belum cukup baik untuk dijadikan indikator yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi. Apalagi jika dibandingkan saat pertumbuhan ekonomi normal.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan DPK-nya, angka 7,11 persen bisa dikatakan lumayan atau cukup baik. Hanya saja, selama ini pertumbuhan ekonomi Sumut berkutat diangka 5 persen sampai 5,5 persen.

“Tetapi laju pertumbuhan penyaluran kreditnya justru mengalamai perlambatan. Nah, dalam fenomena seperti ini sepertinya memang tulang punggung pertumbuhan lebih banyak disumbangkan oleh belanja pemerintah,” pungkasnya.(nty)