2018, Investor Milenial di Sumut Capai 6.528 Orang

Investor Milenial : Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan, M Pintor Nasution (kanan) sedang berbincang dengan investor milenial di kantor BEI Medan. Netty

Medan | Jurnal Asia
Jumlah investor asal Sumatera Utara (Sumut) hingga Desember 2018 mencapai 37.000 investor. Jumlah tersebut naik hingga 9.900 investor jika dibandingkan tahun 2017.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Medan, M Pintor Nasution mengatakan, dari total investor, Sumut mampu mencetak 6.528 investor milenial. Investor kategori milenial memiliki rentang umur 18-25 tahun.

Ia menerangkan, jumlah investor milenial memang masih lebih kecil dibandingkan kategori umur 40-100 tahun sebanyak 14.411 investor dan umur 31-40 tahun. Di mana jumlahnya sebanyak 11.019 investor.

Namun, lanjut dia, jumlah investor milenial lebih tinggi sedikit dibandingkan investor pasar modal umur 26-30 tahun. Di mana per Desember 2018 sebanyak 6.099 investor.

“Investor milenial tumbuh cukup bagus di tahun 2018 dan ikut berkontribusi terhadap realisasi investor pasar modal di Sumut,” katanya di Medan, Selasa (5/3).

Ia berharap, di 2019 ini, investor milenial juga bisa tumbuh lebih tinggi. Terutama dengan semakin bertambahnya Galeri Investasi BEI di kampus-kampus yang menjadi ‘pintu’ untuk menyebarkan informasi pasar modal terutama kepada investor-investor pemula.

Menurutnya, investor milenial memang menjadi bidikan karena pertumbuhannya yang pesat. Karenanya, informasi soal pasar modal yang digenjot melalui sosialisasi bisa diterima dan menumbuhkan minat berinvestasi di pasar modal.

Dikatakan Pintor, keberadaan sembilan emiten di mana tujuh emiten saham dan dua emiten obligasi di Sumut menjadi salah satu pendorong dalam menjaring investor baru.

“Sejauh ini, investor pasar modal di Sumut terbanyak berasal dari Medan, diikuti Deliserdang, Pematang Siantar, Binjai dan Tebing Tinggi,” ucapnya.

Sementara, menurut analis pasar modal Sumut, Gunawan Benjamin, investor milenial itu sangat familiar dengan penggunaan teknologi. Investor milenial bisa disimpulkan sebagai investor pemula yang mandiri dalam pengelolaan portfolionya namun cenderung spekulatif.

“Yang bisa ditawarkan ke investor milenial adalah produk transaksi keuangan dalam jaringan atau online. Mereka cenderung belum membutuhkan broker dalam pengelolaan rekeningnya,” pungkasnya.(nty)