1,7 Juta Pekerja di Sumbagut Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

 

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis.Netty

Medan | Jurnal Asia
BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat, saat ini jumlah pekerja baik formal maupun informal mencapai 5 juta lebih. Dari jumlah itu, hanya sekitar 1,7 juta menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis mengatakan, jumlah tersebut terbilang masih sedikit. Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan jumlah tersebut dengan begitu semakin banyak pekerja yang terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

“Dari sekitar 5 jutaan pekerja, peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya mencapai 1,7 juta peserta dan dari total ini 300 ribuan ada di Aceh selebihnya di Sumut. Sayangnya jumlah orang yang bekerja belum tentu seluruhnya terdaftar,” katanya di Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Jumat (18/10).

Umardin melanjutkan, program BPJS Ketenagakerjaan ada empat hakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Pensiunan dan Jaminan Hari Tua. Dan sasaran untuk program ini adalah semua pekerja namun perbandingannya masih jauh antara jumlah pekerja dengan peserta.

Dijelaskannya, sebelum berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan, pekerja informal belum wajib masuk Jamsostek. Dan sekarang, disatukan dengan pekerja informal, persentase capaian peserta hingga saat ini masih sekitar 20-25 persen.

“Sekarang target peserta naik 20 persen dari tahun lKarenanya sinergi dengan mitra harus terwujud,” ucapnya.

Dan salah satu upaya dalam meningkatkan jumlah peserta, tambahnya, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah hingga ke desa. BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program 20 desa percontohan di Sumbagut yang sadar BPJS Ketenagakerjaan.

“Diharapkan desa-desa lain bisa mengikuti untuk mendaftarkan pekerjanya dalam peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu kami mau melibatkan perangkat desa,” tutupnya.(nty)