120 Ton Gula Pasir Sudah Masuk ke Sumut

 

 

Gula pasir.Ist

Medan | Jurnal Asia
Sebanyak 120 ton gula pasir sudah masuk ke Sumatera Utara (Sumut). Tambahan pasokan gula pasir ini untuk tetap menjaga harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah yakni Rp12.500 per kilogram.

Kepala Bulog Divre I Sumut, Basirun mengatakan, gula yang sebanyak 120 ton itu sebagian dari 300 ton yang direncanakan Bulog untuk pasok ke Sumut dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di Lebaran. Sisanya 180 ton lagi sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Belawan.

“Pasokan gula pasir ini untuk kebutuhan masyarakat di Sumut saat Lebaran. Dengan ada tambahan 120 ton, Bulog semakin bisa memastikan harga gula akan di bawah atau sesuai HET Rp12.500 per kg,” katanya, Kamis (30/5).

Dia menegaskan, dengan masuknya 120 ton gula, maka stok gula tetap aman atau sekitar 682 ton.

Bulog, ujar Basirun terus memantau ketersediaan dan harga gula di pasar di tengah juga ada pasar murah yang digelar berbagai instansi.

“Harga gula paling tinggi harus sesuai HET yang sebesar Rp12.500 per kg dan hasil pantauan di lapangan. harga memang masih sesuai harapan pemerintah,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut, Zonny Waldi menyebutkan, Pemprov Sumut terus memantau ketersediaan dan harga bahan pokok agar tetap stabil. “Berdasarkan pantauan, semua stokĀ  bahan pokok cukup memadai dan harga jual juga di bawah HET,” ungkapnya.

Seorang pedagang kelontong di Medan, Sany mengaku, ia menjual gula pasir per kilogram sekitar Rp11.000. Diakuinya, di Ramadhan kali ini tidak ada lonjakan harga yang signifikan untuk komoditas ini.

“Harga gula tetap stabil sampai hari ini. Kemarin sempat jual dikisaran Rp10.500 per kg,” tandasnya.(nty)